28 September 2009

Alim

Harun Yahya adalah nama pena Adnan Oktar yang lahir di Ankara pada tahun 1956. Sebagai seorang da'i dan ilmuwan terkemuka asal Turki, beliau sangat menjunjung tinggi nilai akhlaq dan mengabdikan hidupnya untuk mendakwahkan ajaran agama kepada masyarakat. Adnan Oktar memulai perjuangan intelektualnya pada tahun 1979, yakni ketika menuntut ilmu di Akademi Seni, Universitas Mimar Sinan. Selama berada di universitas tersebut, beliau melakukan pengkajian yang mendalam tentang berbagai filsafat dan ideologi materialistik yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat sekitar. Hal ini menjadikan beliau lebih tahu dan paham dibandingkan dengan para pendukung filsafat atau ideologi itu sendiri. Berbekal informasi dan pengetahuan yang mendalam ini, beliau menulis berbagai buku tentang bahaya Darwinisme dan teori evolusi, yang merupakan ancaman terhadap nilai-nilai akhlaq, terhadap dunia; serta buku tentang keruntuhan teori ini oleh ilmu pengetahuan. Majalah ilmiah populer terkenal New Scientist edisi 22 April 2000 menjuluki Adnan Oktar sebagai "pahlawan dunia" yang telah membongkar kebohongan teori evolusi dan mengemukakan fakta adanya penciptaan. Penulis juga telah menghasilkan berbagai karya tentang Zionisme dan Freemasonry, serta ratusan buku yang mengulas masalah akhlaq dalam Al-Qur'an dan bahasan-bahasan lain yang berhubungan dengan akidah.

Nama pena Harun Yahya berasal dari dua nama Nabi: "Harun" (Aaron) dan "Yahya" (John) untuk mengenang perjuangan dua orang Nabi tersebut melawan kekufuran.

Buku-buku karya pengarang: 'Tangan Rahasia' di Bosnia, Kebohongan Holocaust, Di Balik Tirai Terorisme, Kartu-Kurdi Israel, Strategi Nasional bagi Turki, Moral Qur'ani: Solusi, Permusuhan Darwin Terhadap Bangsa Turki, Bencana Kemanusiaan Akibat Ulah Darwinisme, Kebohongan Teori Evolusi, Bangsa-Bangsa Yang Diadzab, Nabi Musa, Zaman Keemasan, Keagungan Warna Ciptaan Allah, Kebesaran Allah di Setiap Sudut Alam Semesta, Hakikat Kehidupan Dunia, Pengakuan Kaum Evolusionis, Kekeliruan Kaum Evolusionis, Sihir Darwinisme, Agama Darwinisme, Al-Qur'an Menuntun Kepada Ilmu Pengetahuan, Asal Usul Kehidupan yang Sesungguhnya, Penciptaan Alam Semesta, Keajaiban Al-Qur'an, Desain Pada Alam, Perilaku Pengorbanan Diri dan Kecerdasan Pada Dunia Hewan, Keabadian Telah Berlangsung, Anakku Darwin Telah Berbohong!, Berakhirnya Darwinisme, Bagaimana Seorang Muslim Berpikir?, Keabadian dan Hakikat Takdir, Jangan Berpura-Pura Tidak Tahu, Misteri DNA, Keajaiban Atom, Keajaiban Sel, Keajaiban Sistem Kekebalan, Keajaiban Mata, Keajaiban Penciptaan Tumbuhan, Keajaiban Laba-Laba, Keajaiban Semut, Keajaiban Nyamuk, Keajaiban Lebah, Keajaiban Biji, Keajaiban Rayap.

Karya penulis dalam bentuk booklet: Misteri Atom, Keruntuhan Teori Evolusi: Fakta Penciptaan, Keruntuhan Materialisme, Berakhirnya Materialisme, Kekeliruan Kaum Evolusionis 1, Kekeliruan Kaum Evolusionis 2, Mikrobiologi Meruntuhkan Teori Evolusi, Fakta Penciptaan, 20 Pertanyaan Yang Meruntuhkan Teori Evolusi, Kebohongan Terbesar Dalam Sejarah Biologi: Darwinisme.

Karya-karya pengarang yang berhubungan dengan Al-Qur'an: Pernahkah Anda Berpikir Tentang Kebenaran?, Mengabdi Hanya Kepada Allah, Meninggalkan Masyarakat Jahiliyyah, Surga, Teori Evolusi, Nilai Akhlaq Dalam Al-Qur'an, Ilmu Al-Qur'an, Index Al-Qur'an, Hijrah di Jalan Allah, Sifat Munafiq Dalam Al-Qur'an, Rahasia Orang Munafiq, Nama-Nama Allah Yang Agung, Berdakwah dan Berdebat Dalam Al-Qur'an, Konsep Dasar Dalam Al-Qur'an, Jawaban-Jawaban Al-Qur'an, Kematian, Kebangkitan dan Neraka, Perjuangan Para Rasul, Syaitan: Musuh Nyata Manusia, Agama Berhala, Agama Kaum Jahiliyyah, Kesombongan Syaitan, Doa Dalam Al-Qur'an, Urgensi Akal dalam Al-Qur'an, Hari Kebangkitan, Jangan Pernah Lupa, Hukum-Hukum Al-Qur'an yang Diabaikan, Karakter Manusia Dalam Masyarakat Jahiliyyah, Pentingnya Sabar Dalam Al-Qur'an, Pengetahuan Umum Dari Al-Qur'an, Memahami Iman dengan Mudah 1-2-3, Pemikiran Dangkal Kaum Kafir, Iman Yang Sempurna, Sebelum Anda Menyesal, Perkataan Para Rasul, Kasih Sayang Orang Mukmin, Takut Kepada Allah, Mimpi Buruk Kekafiran, Nabi Isa Akan Datang Kembali, Al-Qur'an Memberi Keindahan Pada Kehidupan, Beragam Keindahan Ciptaan Allah 1-2-3-4, Perbuatan Dosa Bernama: 'Mencela', Rahasia Ujian Kehidupan, Hikmah Yang Benar Menurut Al-Qur'an, Perjuangan Melawan Agama Kaum yang Tidak Beragama, Tarbiyyah Nabi Yusuf, Bersekutu dalam Kebaikan, Fitnah Terhadap Umat Islam Sepanjang Sejarah, Urgensi Mengikuti Perkataan yang Baik, Mengapa Menipu Diri Sendiri?, Islam: Agama Mudah, Kegembiraan dan Keteguhan dalam Al-Qur'an, Melihat Kebaikan pada Segala Hal, Bagaimana Orang Bodoh Menafsirkan Al-Qur'an?, Sejumlah Rahasia Al-Qur'an, Keberanian Orang Mukmin.

Buku-buku berjudul Kebohongan Teori Evolusi, Bangsa-Bangsa Yang Diadzab, Bagi Kaum yang Berpikir, Hakikat Kehidupan Dunia, Bagaimana Seorang Muslim Berpikir?, Jangan Berpura-Pura Tidak Tahu, Keajaiban Semut, Keagungan Warna Ciptaan Allah, Penciptaan Alam Semesta, Allah Dapat Diketahui Melalui Akal, Nilai Akhlaq dalam Al-Qur'an, Konsep Dasar dalam Al-Qur'an, Pernahkan Anda Berpikir tentang Kebenaran?, Pemikiran Dangkal Kaum Kafir, Urgensi Akal dalam Al-Qur'an, dan Keajaiban DNA telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Keajaiban Semut dan Allah dapat Diketahui Melalui Akal telah diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu. Kematian, Kebangkitan dan Neraka telah diterjemahkan ke bahasa Polandia. Bangsa-Bangsa yang Diadzab telah diterjemahkan ke bahasa Portugis, dan telah diterbitkan oleh berbagai penerbitan manca negara.

Banyak karya Harun Yahya yang kini tengah diterjemahkan ke bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Itali, Rusia, Spanyol, Arab, Portugis, Albania, Serbo-Kroasia (Bosnia), Polandia, Urdu, Indonesia, Melayu dan Malayalam. Tujuan utama kami adalah untuk menterjemahkan semua buku tersebut ke dalam bahasa Inggris dan berbagai bahasa lainnya pada tahun 2001 dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia agar bermanfaat bagi semua orang.

Dalam semua buku karya pengarang yang menggunakan nama pena Harun Yahya ini, semua topik yang disampaikan sangat sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Bahkan topik-topik yang disampaikan melalui bahasa ilmiah, yang kadang dianggap rumit dan membingungkan, diuraikan dengan sangat lugas dan jelas dalam buku-buku Harun Yahya. Tidaklah mengherankan jika buku-buku tersebut menarik semua orang dari segala umur dan lapisan masyarakat.

Buku-buku yang berhubungan dengan keimanan mendakwahkan tentang keberadaan dan keesaan Allah, dan ditulis dengan tujuan utama menyampaikan Islam kepada mereka yang jauh dari agama dan membuka hati mereka agar menerima kebenaran. Bagi pembaca Muslim, buku-buku tersebut berisikan nasehat dan peringatan. Penulis telah menerbitkan karya-karyanya tentang hal-hal pokok yang disebutkan dalam Al-Qur'an agar kaum Muslim dapat meningkatkan ketaqwaan dan kemampuan berpikir mereka secara mendalam.

Continue Reading...

Lapisan-Lapisan Atmosfer


Satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an adalah bahwa langit terdiri atas tujuh lapis.

"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al Qur'an, 2:29)

"Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya." (Al Qur'an, 41:11-12)

Kata "langit", yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Al Qur’an, digunakan untuk mengacu pada "langit" bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.

Saat ini benar-benar diketahui bahwa atmosfir bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, atmosfer terdiri atas tujuh lapisan. Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan sebagai berikut:

Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER. LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. . TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER. .
(Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)

Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.

1. Troposfer

2. Stratosfer

3. Ozonosfer

4. Mesosfer

5. Termosfer

6. Ionosfer

7. Eksosfer

Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, "… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya." Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.

Salah satu fungsi ini, misalnya, dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

Atmosfir bumi memiliki 7 lapisan. Lapisan terendah dinamakan troposfir. Hujan, salju, dan angin hanya terjadi pada troposfir.
(http://muttley.ucdavis.edu/Book/Atmosphere/beginner/layers-01.html)

Adalah sebuah keajaiban besar bahwa fakta-fakta ini, yang tak mungkin ditemukan tanpa teknologi canggih abad ke-20, secara jelas dinyatakan oleh Al Qur’an 1.400 tahun yang lalu.

Continue Reading...

Besi


Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur'an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti "besi", kita diberitahu sebagai berikut:

"…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ...." (Al Qur'an, 57:25)

Kata "anzalnaa" yang berarti "kami turunkan" khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni "secara bendawi diturunkan dari langit", kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut "nova" atau "supernova". Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan "diturunkan ke bumi", persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur'an diturunkan

Continue Reading...

27 September 2009



Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an pada ayat berikut:

"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)

Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.

Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.

Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.

Continue Reading...

Hadits 416

"Tuntutlah ilmu sekalipun ke negeri Cina."

Riwayat ini batil. Ini diriwayatkan oleh Ibnu Adi II/207, Abu Naim dalam Akhbar Ashbahan II/106, al-Khatib dalam at-Tarikh IX/364 dan sebagainya, yang kesemuanya dengan sanad dari al-Hasan bin Athiyah, dari Abu Atikah Tharif bin Salman, dari Anas bin Malik r.a. Kemudian semuanya menambahkan lafazh fa inna thalabal ilmi faridlatun 'ala kulli muslimin. Ibnu Adi berkata, "Tambahan kata walaw bish Shin kami tidak mengenalinya kecuali datang dari al-Hasan bin Athiyah." Begitu pula pernyataan al-Khatib dalam kitab Tarikh seperti dikutip Ibnul Muhib dalam al-Fawa'id.

Kelemahan riwayat ini terletak pada Abu Atikah yang telah disepakati muhadditsin sebagai perawi sanad yang sangat dha'if. Bahkan oleh Imam Bukhari dinyatakan munkar riwayatnya. Begitu pula jawaban Imam Ahmad bin Hanbal ketika ditanya tentang Abu Atikah ini.

Ringkasnya, susunan dari hadits di atas adalah sangat dha'if atau bahkan sampai pada derajad batil. Saya kira kebenaran ada pada ucapan Ibnu hibban dan Ibnul Jauzi yang berkata bahwa hadits di atas tidak ada sanadnya yang baik atau bahkan dianggap baik sampai derajad dapat dikuatkan atau saling menguatkan antara satu sanad dengan sanad yang lainnya.

Adapun bagian kedua (tambahannya), mungkin dapat dinaikkan derajadnya kepada hadits hasan, seperti diutarakan oleh al-Mazi sebab sanadnya banyak yang bersumber pada Anas r.a. Dalam hal ini dari hasil penyelidikan yang saya lakukan, saya telah menemukan delapan sanad yang dapat diandalkan yang kesemuanya bersumber kepada sahabat Rasulullah saw., diantaranya adalah Anas, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Mas'ud, Ali, Abu Said, dan sebagainya. Hingga kinipun saya masih menelitinya hingga saya benar-benar yakin dalam memvonis shahih, hasan ataupun dha'ifnya sanad-sanad tersebut. Wallahu a'lam.

Continue Reading...

Kewajiban melindungi non muslim di negri muslim

Bismillahirramanirrahim,
Menanggapi peristiwa serangan Bom di Bali yang kedua kalinya, di bawah ini saya kutipkan kiriman tulisan dari seseorang, yang mengatakan bahwa di dalam kitab Sahih Bukhary, terdapat sebuah Hadits yang secara eksplisit menegaskan kewajiban bagi Ummat Islam untuk melindungi keselamatan kaum non-Muslim yang ada di dalam "perjanjian damai". Sebagai tambahan saya juga menyertakan kutipan terjemahan beberapa ayat dari surat At-Taubah.

Setidak-tidaknya sebelum adanya organisasi seperti PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) setelah Perang Dunia II, atau versi pendahulunya, Liga Bangsa-bangsa yang dibentuk setelah Perang Dunia I, umumnya tidak ada perjanjian multilateral yang mengikat sejumlah negara dalam suatu perjanjian tidak saling menyerang.

Jadi aturan 'universal' yang berlaku sebelum itu, suatu negara "boleh saja" menyerang negara lain selama negara tersebut tidak terikat perjanjian damai dengan negara yang di serang - by default.

Meskipun kedengarannya seperti "hukum rimba" yang "biadab" atau "primitif", praktek seperti di atas tidak saja di anut bangsa-bangsa di jaman antik (Yunani, Romawi), bahkan oleh Eropa di jaman modern pun (abad 19), prinsip itu lah yang dipraktek-kan. Sebagai satu contoh saja, permusuhan bebuyutan antara bangsa Inggris dan perancis yang telah berjalan hampir sepuluh abad baru berakhir setelah Napoleon dikalahkan di Waterloo, 18 Juni, 1815.

Sejak peristiwa penyerangan WTC di Newyork 11/9, 2001, sebagaimana yang kita lihat orang menyoroti, apakah betul, memang ada yang "salah" di dalam prinsip-prinsip moral yang diajarkan oleh Islam?

sudah jelas, bagi saya jawabannya adalah: tidak ada.

Sudah cukup sering kita (Muslim) melihat di Internet atau media massa, kalangan barat yang menyoroti *potongan-potongan ayat Al-Qur'an* yang dianggap "hostile"/memusuhi", bahkan mendorong dilakukannya kekerasan terhadap non-muslim. Masalahnya, bagian-2 ayat Al-Qur'an tersebut - seperti yang sering terjadi - di "cuplik" secara "random" begitu saja dari Al-Qur'an - misalnya dari surat At-Taubah, kadang-2 bahkan hanya diambil 1 ayat yang dipandang paling "hostile" tanpa mengikut sertakan ayat-2 sebelum dan sesudahnya
yang memberi konteks lebih jelas mengenai ayat tersebut.

Salah satu isi pokok dari surat At- Taubah (surat ke-9 dari Al-Qur'an) adalah perintah agar kaum Muslim (waktu itu) memerangi kaum non-Muslim (waktu itu) karena mereka telah melanggar perjanjian. Jadi perintah memerangi itu ada sebabnya. Bahkan di ayat 7 surat ini secara eksplisit ada perintah agar Kaum Muslim berlaku lurus kepada pihak lain (kaum non Muslim) selama mereka juga berlaku lurus kepada kaum Muslim.

terjemahannya saya kutipkan di bagian bawah ini

It has been unfortunate, bahwa yang suka "mencuplik-cuplik" ayat-2 Quran secara "random" dan terlepas dari konteksnya itu bukan hanya kalangan non-Muslim tetapi juga oleh sebagian Muslim; sebagian mungkin, karena kekurang pahamannya; sebagian mungkin karena memang pengaruh "bias ideologi".

Point kedua yang ingin saya ketengahkan adalah sering adanya pandangan - misalnya dari sebagian ahli orientalis - yang tidak proporsional mengenai sejarah Islam semasa kenabian Muhammad saw (lebih kurang 610-632 M). Sering digambarkan misi kenabian Muhammad saw ini penuh dengan *-misi-peperangan-*. Ini komentar yang tidak proporsional. Komentar yang lebih proporsional mungkin adalah seperti yang dikemukakan oleh Karen Armstrong, yang mengatakan bahwa masa tersebut merupakan kombinasi dari masa-masa damai dan masa-masa perang, silih berganti.

Dengan telaah yang lebih obyektif tidak akan sulit membayangkan bahwa, baik dengan atau tanpa munculnya agama Islam, wilayah di sekitar Jazirah Arab/Timur-Tengah memang merupakan salah satu wilayah yang politiknya labil, rawan konflik, dan rasanya wilayah yang labil semacam itu pada masa tersebut ada di banyak tempat.

Di tahun 600 an, wilayah Timur Tengah menjadi ajang persaingan 2 Superpower: Romawi Timur dan Persia. Ini masih ditambah dengan permusuhan antara suku-2/kabilah-2 Arab sendiri. Dengan melihat background semacam ini, kita akan lebih memahami bagaimana Nabi Muhammad saw pada waktu itu harus "deal" dengan kondisi tersebut.

Balik ke inti tulisan, jadi ajaran Moral Islam (bagi saya) mengenai hal ini sangat jelas, logis dan sederhana :

<1> mendahulukan cara-cara damai dengan membuat perjanjian damai

<2> kewajiban memenuhi perjanjian damai tersebut selama pihak yang lain juga mematuhinya


Dengan masuknya negeri-2 Muslim menjadi anggota PBB, maka berarti pemerintah-2 negeri-2 Muslim tersebut terikat dengan isi perjanjian/piagam PBB. Maka a.l. pemerintah-2 Muslim wajib melindungi warga negara mana saja (anggota PBB, termasuk non-Muslim) yang menjadi pendatang di negara mereka, selama mereka mematuhi hukum yang belaku.

Dengan asumsi bahwa pemerintah-2 negara-2 Muslim ini memang merupakan "representasi" dari rakyatnya, maka rakyatnya pun terkena kewajiban di atas, ikut melindungi (secara pasif) keselamatan warga asing di atas yang menjadi pengunjung di negaranya.

Dari sini sudah cukup jelas bagaimana Ummat Islam di negeri-2 Muslim anggota PBB harus bersikap. Dalam kasus serangan Bom di Bali yang kedua kali ini, prinsip-2 di atas tetap berlaku/hold, terlepas dari siapa-pun pelaku pengeboman tersebut.

Apapun agama pelaku/otak perbuatan di atas, tidak akan mengubah prinsip-2 mengenai kewajiban dan tanggung jawab di atas.

wassalam,

( i. h. muchtarom )

catatan:
-------
sudah tentu di dalam membuat posting ini kemungkinan besar saya juga tidak bisa terhindar "bias ideologi" yang saya anut, whatever it is. Tetapi khusus mengenai tafsir dari surat At-Taubah, rasanya yang saya paparkan di atas, insya Allah tidak jauh-jauh dari pemahaman sebagian besar Ulama selama ini. Hal ini juga bisa/mudah di cek di kitab-2 Tafsir yang menjadi rujukan banyak Ulama, misalnya Kitab Tafsir Djalalain, serta kitab Tafsir Al-Manar yang cuup lengkap memuat "Asbabun Nuzul: Latar belakang sejarah/kodisi yang menerangkan alasan turunnya suatu ayat Al-Qur'an.

Di lain pihak hadits sahih riwayat Imam Bukhary yang saya kutip dari mailing list lain di bawah ini, di mana dikatakan di situ, Nabi Muhammad secara eksplisit melarang orang Muslim membunuh orang Non-Muslim yang "ada dalam perjanjian" - terus terang baru saya dengar/baca kali ini.

kutipan dari mailing list lain:



Terlindunginya Kehormatan, Darah dan Jiwa Orang Asing (Kufar) di Negeri Muslim

Oleh : Abu Tauam Al Khalafy
Seorang muslim yang pergi ke negeri ? negeri kufar semisal Amerika Serikat atau negeri ? negeri di Eropa untuk belajar, berobat, tamasya dan lainnya maka kehormatannya, darahnya
dan jiwanya dilindungi oleh pemerintahan kufar di negerinya masing ? masing. Begitu pula sebaliknya orang ? orang asing/ kufar yang datang ke negeri muslim seperti Indonesia, Malaysia dan lainnya maka kehormatannya, darahnya dan jiwanya pun harus dilindungi oleh pemerintah muslim!

Hal ini terjadi karena antara pemerintah di negeri muslim telah mengadakan perjanjian keamanan dengan pemerintah di negeri kufar untuk saling melindungi warga negaranya masing masing ?

Orang asing/kufar seperti ini di dalam agama disebut sebagai kafir mu'ahad atau orang kafir yang dalam perjanjian.

Imam Bukhari dalam Kitab Shahihnya memberikan bab khusus tentang kafir mu'ahad ini yaitu Bab Berdosa bagi Orang yang Membunuh Kafir Mu'ahad Tanpa Kesalahan, lalu Imam Bukhari
meriwayatkan hadits berikut :

Dari Abdullah bin `Amr ra., Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa membunuh kafir mu'ahad (orang kafir yang dalam perjanjian) maka dia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau
surga itu didapatkan dari (jarak) perjalanan 40 tahun"

Jika membunuh seorang kafir mu'ahad saja tidak dapat mencium bau surga lalu bagaimana jika yang terbunuh seorang muslim!

sumbangan artikel dari sdr. imuchtarom


TAFSIR SURAH AT-TAUBAH


Muqaddimah


Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah. Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini. Dinamakan juga dengan Baraah yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat dari surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad s.a.w. kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Pengumuman ini disampaikan oleh Saidina 'Ali r.a. pada musim haji tahun itu juga.

Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

1. Keimanan : Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman; pembalasan atas amalan-amalan manusia hanya dari Allah; segala sesuatu menurut sunnatullah; perlindungan Allah bagi orang-orang yang beriman; kedudukan Nabi Muhammad s.a.w. di sisi Allah.

2. Hukum-hukum : Kewajiban menafkahkan harta; macam-macam harta dalam agama serta penggunaannya; jizyah; perjanjian dan perdamaian; kewajiban umat Islam terhadap Nabinya; sebab-sebab orang Islam melakukan perang total; beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

3. Kisah-kisah : Nabi Muhammad s.a.w. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah; perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin); perang Tabuk.

4. Dan lain-lain : Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.



PENGUMUMAN TENTANG PEMBATALAN PERJANJIAN DAMAI DENGAN KAUM MUSYRIKIN
Orang Islam bebas dari tanggung jawab terhadap perjanjian dengan kaum musyrikin

AT TAUBAHSURAT KE 9 : 129 ayat



1. (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan RasulNya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).

2. Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir[627].
[627]. Sebelum turunnya ayat ini ada perjanjian damai antara Nabi Muhammad s.a.w. dengan orang-orang musyrikin. Di antara isi perjanjian itu adalah tidak ada peperangan antara Nabi Muhammad s.a.w. dengan orang-orang musyrikin, dan bahwa kaum muslimin dibolehkan berhaji ke Makkah dan tawaf di Ka'bah. Allah SWT membatalkan perjanjian itu dan mengizinkan kepada kaum muslimin memerangi kembali. Maka turunlah ayat ini dan kaum musyrikin diberikan kesempatan empat bulan lamanya di tanah Arab untuk memperkuat diri.

3. Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar[628] bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.

[628]. Berbeda pendapat antara mufassirin (ahli tafsir) tentang yang dimaksud dengan haji akbar, ada yang mengatakan hari Nahar, ada yang mengatakan hari Arafah. Yang dimaksud dengan haji akbar di sini adalah haji yang terjadi pada tahun ke-9 hijrah.

4. kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya[629]. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.

[629]. Maksud yang diberi tangguh empat bulan itu ialah: mereka yang memungkiri janji mereka dengan Nabi Muhammad SAW. Adapun mereka yang tidak memungkiri janjinya maka perjanjian itu diteruskan sampai berakhir masa yang ditentukan dalam perjanjian itu. Sesudah berakhir masa itu, maka tiada lagi perdamaian dengan orang-orang musyrikin.

5. Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu[630], maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan[631]. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

[630]. Yang dimaksud dengan bulan Haram disini ialah: masa 4 bulan yang diberi tangguh kepada kamu musyrikin itu, yaitu mulai tanggal 10 Zulhijjah (hari turunnya ayat ini) sampai dengan 10 Rabi'ul akhir.

[631]. Maksudnya: terjamin keamanan mereka.


6. Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui

7. Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam[632]? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

[632]. Yang dimaksud dengan dekat Masjidilharam ialah: Al-Hudaibiyah, suatu tempat yang terletak dekat Makkah di jalan ke Madinah. Pada tempat itu Nabi Muhammad SAW mengadakan perjanjian gencatan senjata dengan kaum musyrikin dalam masa 10 tahun.

8. Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).

9. Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.

10. Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

11. Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.

12. Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.

13. Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

14. Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.

15. dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendakiNya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

-- end of quote --

Silahkan lihat tafsir selanjutnya hingga ayat ke 129

Continue Reading...

Airmata Rasulullah

Airmata Rasulullah

Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut

Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan
Rasul-Nya.

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi
itu,Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah,

"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah
kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap
sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua,"keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hamper selesai menunaikan tugasnya didunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang
terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?"
tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah
yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,"kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka,para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, " kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

"Uushiikum bi al- sholaati, wa Maa Malakat Aimaanukum, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan
di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii,
ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai
sepertinya?

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Continue Reading...

Dari ABI HURAIRAH semoga Allah meredhoinya berkata: rasulullah bersabda :

Pada tiap ruas tulang manusia hendaklah ia bersedekah setiap hari terbitnya matahari, engkau berbuat adil antara dua orang yang bertikai adalah sedekah, engkau menolong orang dengan cara menaikkan ke atas kendaraannya, atau membantu mengangkat barang bawaan ke atas kendaraanya adalah sedekah, dan mengucapkan kalimat yang baik adalah sedekah, dan setiap langkah yang terpakai menuju shalat adalah sedekah, dan membuang sesuatu yang bisa melukai dari jalan adalah sedekah. (diriwayat bukhori dan muslim).

Keterangan:

1. Pada tiap ruas tulang manusia hendaklah ia bersedekah

Manusia memiliki 360 ruas tulang dan masing-masingnya memiliki fungsi dan kehebatan yang berbeda, lengan, jari, dan telapak tangan hanya merupakan satu wilayah tubuh yang amat sederhana, namun tiga jenis tulang tersebut memiliki kelebihan tersendiri dan jika ada satu saja yang cacat maka, akibatnya sangat fatal, bukan hanya mempengaruhi gaya gerak lokal tapi juga kinerja anggota tubuh lainya.

data rinci jumlah ruas tulang manusia yang sebanyak 360 ini telah di nyatakan oleh rasulullah SAW, dalam hadits yang di riwayatkan oleh muslim dalam shahihnya (2/698),(16), bab sedekah itu tercantum di setiap sesuatu yang ma'ruf, dan ternyata apa yang telah beliau sampaikan sekitar 1400 tahun yang lalu telah di benarkan oleh fakta ilmiah pada abad ke 20 lewat penelitian alat canggih kedokteran zaman sekarang.(sebagai tanda kebenaran yang nyata bagi sang utusan)

2. Pada tiap ruas tulang manusia hendaklah ia bersedekah setiap hari terbitnya matahari. artinya wajib bagi kita bersedekah tiap hari atas tiap ruas tulang yang kita miliki , ini berarti 360 ruas perhari maka dalam seminggu secara terulang perharinya menjadi 2520(dua ribu limaratus dua puluh).namun lagi-lagi tidak luput dari nikmat Allah, bahwa hampir dari setiap sedekah yang di maksudkan oleh Allah adalah sesuatu yang dekat dan bisa di capai, alangkah mudahnya bagi manusia menjalani apa yang Allah wajibkan kepada mereka.(hadits berikutnya adalah keterangan yang menjelaskan bentuk sedekah yang mesti kita lakukan)

3. engkau berbuat adil antara dua orang yang bertikai adalah sedekah.

Engkau selesaikan permasalahan dua orang yang sedang bertikai dengan dua cara yaitu mendamaikan mereka atau mengambil keputusan secara hukum, yang mesti di utamakan bahkan wajib adalah cara yang kedua, yaitu mengambil keputusan secara hukum, namun cara yang kedua ini di pakai jika engkau mengetahui akar permasalahan dan siapa yang benar, siapa yang salah.

Apabila tidak di ketahui akar permasalahan serta siapa yang benar atau salah maka cara yang pertama berlaku, yaitu dengan cara mendamaikan keduanya.

Kesalahan para hakim sekarang adalah mendamaikan antara dua orang yang bertikai, padahal dia mengetahui akar permasalahannya.

4. engkau menolong orang dengan cara menaikkan ke atas kendaraannya, atau membantu mengangkat barang bawaan ke atas kendaraanya adalah sedekah.

Ontanya misalkan engkau naikkan ia ke atas punggung ontanya jika ia tidak bisa menunggangya atau engkau bantu mengangkat barang bawaanya lalu letakkan di atas punggung ontanya, maka ini juga bentuk sedekah.

5. dan mengucapkan kalimat yang baik adalah sedekah.

Kalimat yang baik pada haknya Allah seperti tahmid, tasbih, tahlil dan lain-lain atau juga pada hak sesama manusia seperti ahklak yang terpuji. (ah)

6. dan setiap langkah yang terpakai menuju shalat adalah sedekah.

Jauh ataupun dekat jarak yang di tempuh, apabila dia keluar dari rumah dalam keadaan suci menuju mesjid untuk sholat fardhu, maka Allah mengangkat derajat dan menghapus dosanya.

Terjadi beberapa ihktilaf ulama : sebahagian mereka mengatakan bahwa di sunatkan bagi yang hendak melaksanakan sholat untuk memperkecil langkah agar volume derajat yang di angkat serta dosa yang di ampunkan sebanyak jumlah langkah.

Namun pendapat ini di bantah oleh ulama lainya bahwa nabi tidak mengajurkanya dan tidak ada perintah dari beliau untuk memperkecil langkah, Sama seperti orang yang berangkat lebih awal satu jam dari jadwal sholat jumat, sesampainya di mesjid ia berniat untuk beri'tikaf, maka hal yang seperti ini tidak di syaria'tkan sebab, i'tikaf yang dianjurkan nabi adalah sepuluh terakhir bulan ramadhan, karena orientasi i'tikaf tersebut adalah lailatul qodar, dan malam lailatuil qodar ini tidak ada selain bulan ramadhan.

7. dan membuang sesuatu yang bisa melukai dari jalan adalah sedekah.

Membuang kaca pecah, paku, kerikil tajam dari jalan merupakan perbuatan baik yang di anjurkan, bahkan Allah mamberikan "iming-iming" pahala bagi orang islam yang mau melakukan kebaikan.

Isi kandungan hadits:

1. wajib bersedekah bagi setiap angota tubuh manusia manusia, tiap harinya di mulai ketika terbit fajar (a'la lil wujub).

Dan juga wajib bersyukur atas pengembalian anggota tubuh secara utuh lengkap dengan fungsinya setelah sekian jam kita terlelap di malam harinya, tangan, kaki, jari, semuanya tidak ada satu kekurangan, ini adalah nikmat Allah yang wajib kita syukuri.

jika ada yang menayakan, apa bentuk nyata dari sedekah yang wajib kita tunaikan? Maka jawabanya adalah rasulullah, beliau mengatakan cukup dengan menunaikan sunnat dhuha.

Kesimpulan dari perkataan beliau ini adalah, setiap muslim harus selalu melaksanakan sholat dhuha, sebab ini merupakan ganti dari pada sedekah yang di wajibkan kepada kita sebanayak 360 perharinya.

Dari abi dzar bahwa rasulullah bersabda : tiap-tiap tulang ruas kalian hendaklah bersedekah, setiap kalimat tasbih adalah sedekah, dan setiap kalimat tahmid adalah sedekah, dan setiap tahlil adalah sedekah, dan setiap kalimat takbir adalah sedekah, dan amar ma'ruf nahi mungkar adalah sedekah, dan bayaran sedekah tersebut cukup dengan dua raka'at pada sholat dhuha.

2. تطلع فيه الشمس kalimat ini sangat jelas mengatakan bahwa yang bergerak adalah matahari dan juga pada surat alkahfi ayat ke 17 (wa tarasyamsa idza thola'at….), surat shod ayat 32.

Dari kalimat ayat dan hadist di atas jelas, bahwa mataharilah yang bergerak, disini tidak ada yang keliru karena maksud dari kalimat تطلع فيه الشمس tidak mengacu pada mana yang bergerak mengelilingi antara bumi dan matahari, namun secara jelas dalam hadits ke 159 dalam shohih muslim bahwa rasulullah memberi keterangna kepada sahabat, sesungguhnya matahari itu bergerak dari timur menuju tempatnya di bawah arasy kemudian sujud, lalu kembali terbit ke barat atas perintah tuhanya.

Adapun keterangan mana yang mengeliling dan mana yang di kelilingi antara bumi dan matahari banya terdapat dalam kitab Allah yang maha benar salah satunya pada ayat berikut:

Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (Surat ar-Ra'd: 2).

3. jalan damai itu bagus,namun adil dalam memutuskan suatu hukum setelah mengetahui kebenarannya adalah wajib.semua ini juga merupakan bentuk sedekah yang "dibungkus"dalam amal ma'ruf.

Kalimah toyyibah adalah kalamullah,karena setiap isi alqur'an indah dalam temanya,indah dalam bahasanya,indah dalam segala hal tanpa cacat.

4. meletakkan duri di jalan adalah perbuatan tercela dan kriminil.

Continue Reading...

Azhar diantara kekurangan, Perjuangan dan Keberhasilan.

Setiap kita pasti merasakan kekecewaan dengan kondisi Universitas tertua di dunia saat ini, bahkan kondisi ini tidak hanya membuat kita kecewa, akan tetapi sebagian besar diantara kita ada yang menyesal telah mendaftarkan dirinya di Universitas Azhar. Dan pada akhirnya hal inilah yang melegalkan sebagian dari kita untuk lebih memilih bermalas-malasan dari pada berusaha untuk sabar ketika berinteraksi dengan namanya Azhar. Akan tetapi ikhwah fillah rahimakumullah, hal ini sepenuhnya tidak bisa dikatakan benar, artinya seorang yang bijak adalah bagaimana ia bisa bangkit setelah jatuh, orang yang bijak adalah orang yang bisa merubah suasana dan kondisi menjadi seperti apa yang ia kehendaki, seorang yang cerdas adalah bagaimana ia berusaha dan terus berusaha dan bekerja dengan keras untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan dengan segenap kemampuan dan potensi positif yang dimiliki. Orang yang cerdas dan kreatif adalah bagaimana ia bisa merubah keadaan atau potensi negatif yang memberikan sinyal kepesimisan menjadi sebuah potensi positif yang selalu memancarkan cahaya keoptimisan, pada akhirnya memberikan ia semangat dan kekuatan baru untuk selalu bangkit, aktif dan berproduktif. Kita semua sudah mengerti bahwasannya kesempatan untuk belajar di Azhar merupan sebuah nikmat yang besar yang mesti kita syukuri. Diantara bentuk syukur nikmat tersebut yaitu bagaimana kita bisa memanfaatkan segala kesempatan serta kelebihan yang ada di Azhar khususnya, dan di Mesir pada umumnya. Tenaga pengajar berlimpah luah, yang dengan ikhlas siap untuk mengajar kita. Bangunan cukup megah bisa melindungi kita dari terik panas cahaya matahari dan melindungi kita dari dinginnya udara disaat musim dingin tiba. Tidak seperti sekolah Muhammadiyah Bentong yang hanya memiliki dua atau tiga guru, serta bangunan yang sudah tidak layak untuk ditempati oleh manusia, apalagi para penentut ilmu. Akan tetapi itulah sebuah keterbatasan dan kekurangan yang ada. Akan tetapi dengan keterbatasan dan kekurangan yang ada hal tersebut tidak membuat sepuluh siswa SD putus harapan, bahkan dengan keadaan tersebut membuat mereka tersenyum yang memberikan sinyal keoptimisan akan cerahnya masa depan. Optimis dengan keberhasilan dan kesuksesan. Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari pengalaman anak kampung Belitung tersebut yang selalu semangat untuk menuntut ilmu meskipun dengan kekurangan dan keterbatasan. Jarak jauh tidak menjadi alasan lintang untuk tidak bersekolah, bahkan ia menjadi anak pertama yang mendaftarkan diri di sekolah tersebut. Sikap pesimis dan ejekan dari orang sekitar tidak menyurutkan Ikal untuk tetap bersekolah. Miskinnya sekolah tidak menyurutkan sang Mahar seniman cilik untuk selalu berkaya memajukan serta mengharumkan nama sekolah. Cacat mental sekalipun tidak menjadi penghalang untuk menuntut ilmu sebagaimana yang dilakukan Harun. Bahkan ketika Pak Harpan wafat, kemudian Bu Muslimah pun sudah putus asa untuk mengajar, sepuluh laskar pelangi tersebut tidak kehilangan semangat bahkan tetap dan terus bersekolah dibawah bimbingan dan arahan serta semangat yang selalu dikobarkan Lintang anak pesisir yang malang. Sehingga keadaan tersebut membuat Bu Muslimah terharu, menangis bahagia dan bangga dengan sepuluh murid didikannya, bahkan keadan menjadi berubah, keoptimisan, semangat yang tinggi menjulang menjadikan mereka seakan –akan melihat cahaya masa depan yang gemilang bak warna-warna pelangi yang indah. Oleh karena itu setelah kejadian itu mereka mengatakan kami akan berangkat menuju pelangi…… Tidak berlebihan ketika kita melihat keadaan tersebut serta membandingkan dengan keadaan yang ada didepan kita, maka kita temukan nikmat yang begitu besar yang mesti kita syukuri. Benar banyak hal yang tidak kita sukai dan senangi di Azhar. Banyak sekali kekurangan- kekurangan menurut pandangan kita sehingga kita tidak suka, tidak bahagia bahkan tidak bangga belajar di Azhat universitas tertua dunia. Membuka pembicaraan masalah ini, nahly hanya mengingatkan kita-kita semua dengan firman Allah

عسى أن تكرهوا شيئا ويجعل الله فيه خيرا كثيرا.

Dalam coretan sederhana ini, nahly ingin mengajak para ikhwah untuk menatap masa depan yang merupakan harapan, melihat keadaan saat ini yang merupakan kenyataan dan keniscayaan, serta menoleh kebelakang yang merupakan sebuah pengalaman yang sarat dengan hikmah dan pembelajaran. Kita sadari kita tidak bisa untuk merubah Azhar menjadi seperti yang kita inginkan, akan tetapi kita bisa merubah diri dan keadaan menjadi seperti yang kita impikan. Mari kita pimpin perubahan diri dan keadaan sehingga keberhasilan dan kesuksesan tidak hanya sebuah impian dan angan-angan, akan tetapi ia menjadi sebuah kenyataan, hangat cahayanya, terang sinarnya bisa kita rasakan pada saat ini hingga masa depan. Wahai saudaraku bangkitlah, harapan itu masih ada insyaAllah.

Jangan lari dari permasalahan !

Yang dimaksud di sini adalah jangan sampai kita meninggalkan sebuah permasalahan tanpa solusi, contoh menurut mahasiswa asing diantara penyebab malas untuk aktif muhadarah adalah karena para dosennya berbicara dengan bahasa A'miyah. Opini yang ada saat ini adalah muhadarah tidak menghasilkan manfaat , karena saya tidak paham apa yang disampaikan dosen. Oleh karena itu dari pada muhadarah lebih baik saya ….?????..........sekilas pernyataan ini benar adanya, akan tetapi kalau dicermati lebih dalam maka pernyataan ini sarat dengan nilai-nilai kepesimisan, kegagalan dan kelemahan tekad dalam menyongsong perubahan serta membunuh harapan untuk sebuah keberhasilan dan kesuksesan. Bagaimana tidak, kita sepakat a'miyah sebuah permasalahan, kita berharap sekiranya para dosen-dosen mengajar dengan menggunakan bahasa fushah. Kemudian kita sepakat akan urgensi muhadarah itu sendiri baik itu orientasinya untuk memudahkan kita dalam memahami muqoror, atau memudahkan kita untuk menjawab soal ujian nantinya, intinya banyak sekali manfaat dari kita aktif muhadarah. Artinya harapan akhir kita adalah bisa merasakan ahamiyah dan halawahnya muhadarah baik dengan amiyah ataupun dengan fushah. Dalam kasus ini solusi ada ditangan kita dan dosen. Solusi eksternal dari dosen sulit untuk dijadikan harapan, karena sebagaimana yang kita tahu, para dosen sulit sekali untuk merubah lisan amiyah menjadi fushah ketika muhadarah, ketika diingatkan mereka langsung merubah amiyah menjadi fushah, akan tetapi beberapa menit bahkan detik berikutnya mereka kembali kepada bahasa amiyah, bahkan ada diantara dosen yang ketika diminta berbicara fushah ia menjawab sudah berapa tahun kamu tinggal di Mesir belum paham-paham lagi dengan Amiyah?". Kesimpulannya solusi perubahan dari dosen sulit untuk diharapkan. Jadi didepan kita hanya tinggal satu solusi yaitu diri kita sendiri, pertanyaannya bagaimana kita merubah keadaan dan memberikan solusi dalam permasalahan ini? Ingat tujuan akhir kita dalam permasalahan ini adalah bagaimana kita aktif dan akhirnya merasakan ahamiyah dan halawah dari muhadarah baik dengan amiyah ataupun fushah. Meninggalkan muhadarah karena tidak paham amiyah bukanlah jalan keluar, bahkan sikap tersebut menjadikan kita lari dari permasalahan yang ada dan menjadikan masalah tetap ada dan kita tidak sanggup untuk menghilangkanya. Oleh karena itu solusi yang tepat dan bijak adalah kita tetap aktif muhadarah yang berbahasa amiyah meskipun pada awalnya kita mengalami kesulitan dalam memahami, akan tetapi itu adalah awal dari proses pembelajaran dan pelatihan sekaligus jalan keluar dari permasalahan yang ada. Jalan keluar ini memberikan buah yang berharga bagi kita, yaitu selain tujuan kita tercapai bahkan diwaktu yang bersamaan kita juga mendapatkan keterampilan dalam memahami amiyah plus fushah yang kita sayangi. Maka dari itu nahly mengajak kepada para ikhwah untuk sebisa mungkin aktif dalam muhadarah. Cobalah masuk ke kelas dengan semangat yang tinggi dan harapan yang meluas dan katakana" aku siap untuk mengalahkan amiyah". Ada beberapa langkah yang mesti kita lakukan dalam menjalankan solusi ini sehingga menjadi lebih efektif dan efesien sehingg kita merasakan ahamiyah dan halawahnya muhadarah,

Pertama, kalau bisa materi yang akan disampaikan oleh dosen pada hari esok sudah kita baca sekilas, sehingga ada bayangan materi yang akan dijelaskan oleh dosen. Selain itu, manfaatnya kita insyaAllah telah paham sebagian yang kita baca, kemudian kita juga sudah tahu bagian mana dari kitab yang kita belum dipahami, mudah-mudahan ketika muhadarah melalui penjelasan dosen Allah menganugerahkan pemahaman itu.

Kedua, usahakan kita duduk pada kursi terdepan, atau kalau bisa didepan dosennya, sehingga kita lebih bisa menyerap apa yang akan disampaikan, dan keuntungan lainnya ya mudah-mudahan dosennya mendapat hidayah untuk menjelaskan dengan fushah karena melihat muka-muka kita. Terakhir keuntungannya juga kita akan dikenali dosennya, dan menjadi sebuah jalan bagi kita untuk dekat dan bisa berkomunikasi langsung di luar jam muhadarah.

Ketiga , usahakan untuk aktif ketika muhadarah, maksudnya aktif yang positif bukan negatif . misalnya dosen aktif menjelaskan kita juga aktif bicara sesama teman kita. Beranikan diri untuk berbicara kepada dosen ketika kita tidak paham, dan katakana dengan sopan dan penuh adab,

يا الدكتور بعد إذنكم أو لو سمحتم أن تعيد الشرح تلك النقطة...........

. Yakinlah tanpa kita meminta dengan fushah ketika itu juga dosen akan menjelaskan kepada kita dengan fushah, dan memberikan perhatian sepenuhnya kepada kita seakan-akan muhadarah antara kita berdua saja. Perlu diingat ketika kita meminta gunakan bahasa fushah, jangan sampai kita menggunakan amiyah. Akan tetapi dalam poin ini kita jangan terlalu berlebihan pula, karena kadang-kadang mahasiswa Mesir juga akan merasakan ketidaksenangan ketika ada diantara mahasiswa lainnya yang banyak omong atau komentar atau pertanyaan kepada dosen ketika muhadarah. Kemudian, usahakan ikuti penjelasan dosen dengan mencatat kata-kata kunci disamping materi yang sedang dijelaskan. Artinya, para dosen biasanya menjelaskan dengan bahasa dan uslub yang sedikit berbeda dengan yang di buku. Bahkan bisa jadi ada perbedaan yang jelas antara bahasa dosen dengan bahasa kitab. Inilah beberapa langkah awal kita untuk menjadikan diri kita sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi sebagian besar Masisir. Memang itu semua tidak mudah, butuh perjuangan dari kita, butuh azimah yang membaja dari hati kita, butuh kerja keras dan cerdas dari akal pikiran, kaki tangan, serta seluruh anggota badan kita. insyaAllah dengan menjalankan langkah-langkah ini kita akan mencapai tujuan kita yaitu merasakan amahiyah dan halawah dari muhadarah. Setelah merasakan amahiyah dan halawah dari muhadarah, yakinlah dengan taufik Allah kita akan mengatakan Muhadarah saat ini bukan kewajiban saya sebagai mahasiswa, akan tetapi muhadarah adalah kebutuhana saya sebagai mahasiswa muslim Indonesia. Any way by the way, apa-apa saja amahiyah dan halawah dari muhadarah?. Sebelum menjawab pertanyaan ini, nahly teringat dengan perkataan para dosen ketika muhadarah, hampir semua dari para guru kita mengatakan bahwasannya muhadarah yang saat ini kita jalankan adalah diantara majalis ilmi yang diberkahi Allah Swt. Artinya muhadarah di kuliah tidaklah berbeda dengan muhadarah-muhadarah yang ada di masjid-masjid atau majalis-majalis ilmi lainnya. Oleh karena itu bisa kita bagi ahamiyah dari muhadarah menjadi dua yaitu ahamiyah a'mah dan khassah.

Ahamiyah a'mmah

Pertama, aktif muhadarah berarti kita telah menunaikan kewajiban agama khususnya kita sebagai mahasiswa. Hadits Rasulullah Saw,

طلب العلم فريضة على كل مسلم، وفى رواية على كل مؤمن.

Kedua, aktif muhadarah berarti kita telah berada di dalam jalan menuntut ilmu yang akan mengantarkan kita menuju jalan ke surga, Sabda rasulullah Saw.

من سلك طريقا يبتغى فيه علما سلك الله به طريقا إلى الجنة.

Ketiga, dengan muhadarah kita mendapatkan sakinah, rahmah, dan dekapan malaikat

عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " وما اجتمع قوم فى بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله، ويتدارسونه بينهم، إلا نزلت عليهم السكينة وغشيتهم الرحمة، وحفتهم الملائكة وذكرهم الله فيمن عنده..

Tidak hanya itu, orang yang sedang menuntut ilmu agar menjadi alim karena Allah akan mendapatkan kelebihan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah Saw,

وإن الملائكة لتضع أجنحتها رضاء لطالب العلم، وإن العالم ليستغفر له السماوات ومن فى الأرض، حتى الحيتان فى الماء، وفضل العالم على العبد كفضل القمر على سائر الكواكب، إن العلماء ورثة الأنبياء، وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما، إنما ورثوا العلم فمن أخذه به أخذ بحظ وافر.

Terakhir, yang pasti dengan muhadarah yang keikhlasan hati, kecerdasan akal pikiran, serta kerja keras seluruh anggota tubuh lainnya, insya Allah perbendaharan ilmu kita juga menambah, kita akan mendapatkan pengetahuan baru, atau dengan muhadarah kita mengingat kembali apa yang telah kita lupa, atau membenarkan pemahaman kita yang salah.

Ahamiyah khassah

Pertama, kita telah menunaikan diantara kewajiban kita sebagai mahasiswa.

Kedua, dengan aktifnya kita dalam mengikuti muhadarah, itu akan meningkatkan kemampuana bahasa fushah kita, yaitu ketika diantar dosen yang menjelaskan dengan fushah. Atau menambah keterampilan kita dalam memahami amiyah, yang disaat yang sama kita telah menghilangkan diantara sebab kita malas untuk aktif dimuhadarah ( yaitu tidak paham amiyah ).

Ketiga, dengan muhadarah, memudahkan kita untuk menguasai serta menaklukan muqarar.

Keempat, dengan muhadarah yang didahului dengan langkah-langkah diatas, seperti membaca sebelum penjelasan dosen dan membaca kembali yang telah dibaca dan di syarah oleh dosen dll. Insya Allah Akan meringankan persiapan tempur kita di medan imtihan.

Kelima, dengan muhadarah kita mempunyai peluang besar untuk mendapatkan nilai yang lebih. Itu karena setiap dosen menjadikan muhadarah wasilah untuk memberikan nilai plus, oleh karena itu ketika muhadarah hampir semua dosen memberikan penjelasan tambahan yang tidak ada di buku, atau menyebutkan contoh tertentu lalu mengatakan sekiranya diminta dalam ujian, maka tulis contoh yang saya sebutkan. Atau di saat muhadarah sebagian dosen mengatakan "muhadarah hari ini sangat penting tolong kuasai dengan benar".

Ikhwah fillah inilah diantara amahiyah amah dan khassah dari muhadarah, kalalaulah seperti itu adanya, maka dapat kita katakana muhadarah bukanlah sebuah kewajiban, akan tetapi sebuah kebutuhan. Pemahaman dan keyakinan akan hal tersebut menjadi motifasi atau penggerak kita untuk aktif muhadarah, menghilangkan potensi malas, bahkan puncaknya kita akan merasa malas untuk tidak aktif, kita merasakan penyesalan ketika tidak bisa hadir dalam muhadarah, kita merasakan marah ketika ketinggalan penjelasan dosen, kita akan berusaha sekuat mungkin untuk selalu bisa mengikuti muhadarah. Kecuali kita benar-benar dalam keadaan mudarat yang tidak ada jalan keluar lagi. Puncaknya ketika kehilangan kesempatan untuk muhadarah, kita akan merasakan kehilangan sesuatu yang berharga yang kita miliki. Selamat mencoba, selamat berjuang, selamat menuju kemenangan dan keberhasilan.

Continue Reading...

Kehadirannya Yang Pertama…

Dilahirkan di desa Mahmudiyah kawasan Buhairah, Mesir tahun 1906 M. Ayahnya, Syaikh Ahmad al-Banna adalah seorang ulama fiqh dan hadits. Sejak masa kecilnya, Hasan al Banna sudah menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan otaknya. Pada usia 12 tahun, atas anugerah Allah, Hasan kecil telah menghafal separuh isi Al Qur'an. Dari semenjak kecil beliau selalu mendapat bimbingan plus motivasi dari orang tuanya dalam menghafal Al-Quran, maka tidak heran beliau telah hafal Al-Quran pada umur 14 tahun, selain itu keterampilanya dalam membagi waktu dan aneka kegiatan sungguh sangat menakjubkan jika dibandingkan teman-teman seusianya, Al-Banna kecil membagi waktunya menjadi empat. Siang harinya belajar di sekolah , kemuadian belajar memperbaiki jam dengan orang tuanya, sore hari untuk istirahat, sedangkan memuraja'ah hafalanya setelah sholat subuh, Syeikh ABDURRAHMAN RASHAD teman seperjuanganya yang masih hidup sampai sekarang mengatakan secara tegas dan jelas, bahwa "imam Hassan al-Bana sebelum memulai segala pekerjaanya , beliau awali dengan membaca Al-Quran terlebih dahulu, inilah sebabnya kenapa ketika menjadi imam sholat di mesjid, bacaan ayatnya boleh di katakan tidak pernah mengandung kesalahan, lianna hayatahu ma'al quran"

Hassan Al-banna lulus dari sekolahnya dengan predikat 5 terbaik di seluruh mesir, kemudian pada usia 16 tahun ia melanjutkan studinya ke perguruan tinggi darul ulum. Suatu siang, usai belajar di sekolah, sejumlah besar siswa berjalan melewati mushalla kampung. Hasan berada di antara mereka. Tatkala mereka berada di samping mushalla, maka adzan pun berkumandang. Saat itu, murid-murid segera menyerbu kolam air tempat berwudhu. Namun tiba-tiba saja datang sang imam dan mengusir murid-murid madrasah yang dianggap masih kanak-kanak itu. Rupanya, ia khawatir kalau-kalau mereka menghabiskan jatah air wudhu. Sebagian besar murid-murid itu berlarian menyingkir karena bentakan sang imam, sementara sebagian kecil bertahan di tempatnya. Mengalami peristiwa tersebut, al Banna lalu mengambil secarik kertas dan menulis uraian kalimat yang ditutup dengan satu ayat Al Qur'an, "Dan janganlah kamu mengusir orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya."(Q. S. Al-An'aam: 52).

Kertas itu dengan penuh hormat ia berikan kepada Syaikh Muhammad Sa'id, imam mushalla yang menghardik kawan-kawannya. Membaca surat Hasan al Banna hati sang imam tersentuh, hingga pada hari selanjutnya sikapnya berubah terhadap "rombongan anak-anak kecil" tersebut. Sementara para murid pun sepakat untuk mengisi kembali kolam tempat wudhu setiap mereka selesai shalat di mushalla. Bahkan para murid itu berinisiatif untuk mengumpulkan dana untuk membeli tikar mushalla!

Setelah menamatkan perguruan tingginya pada umur 21 tahun. merupakan hasil kombinasi perintah syariat dan niat yang ihklas, beliau mengorbankan waktu, tenaga fikiran bahkan perasaan menahan berbagai cobaan untuk menapaki jejak dakwah sang junjungan agung rasulullah Saw, kalimat-kalimat ilahi yang ia sampaikan lewat ceramahnya di kedai-kedai kopi sering kali menyentuh hati yang mendeengarkan karena keihklasan yang terpanncar dari nuraninya, namun juga terkadang mendapat perlakuan yang tidak wajar, sama halnya rasulullah sewaktu menyampaikan suara kebenaran dahulu. Bagi sang imam hal ini tidak memberikan pengaruh apa-apa bagi dirinya, justru sebaliknya, cobaan ini serta merta menempa mental beliu hingga "tahan banting". Sekitar tahun 1945 beliau mengerahkan para mujahid Allah, yang telah di berikan arahan-arahan rohani sehingga mereka mau menjual diri untuk agama Allah, berperang melawan para musuh-musuh agama terutama yahudi. Kekuatan ruhiyyah para pembela agama ini, menjadikan mereka terletak pada daftar pertama yang paling di takuti oleh Yahudi. Dengan liciknya mereka menggunakan cara lain selain adu fisik terhadap pejuang pejuang islam yaitu lewat Amerika sebagai sekutu Yahudi, , mengfancam mesir akan di bom jika pasukan ihkwan tidak di tarik, pemerintahan mesir ketika itu lebih mengindahkan perintah mush dari pada tuhan mereka sendiri, dengan cara yag tidak manusiawi mereka mengusir mundur saudara seakidah mereka, bahkan banyak di antara ihkwan di tangkap dan di bunuh. Kepada siapa kita harus berpihak??! apabila kejadian ini di tilai secara hati, maka hasilnya akan sama jika di lihat dari sudut pandang syari', karena Allah dengan sangat rinci telah memberikan kriteria musuh-musuh agama lewat Al-Quran. Imam Hassan al-Banna syahiidul fitnah seperti halnya Utsman bin Affan. Beliau kembali ke rahmatullah di tangan pra penjahat agama.

Kehadiran Selanjutnya...

Pada awalnya Ummar bin Khottob tidak meyakini bahwa junjungan umat telah wafat, ummar bahkan mengacungkan pedangnya kepada siapapun yang mengatakan bahjwa rasulluallah telah tiada,. Tak lama seteah itu abu bakar dengan bijak menyampaikan sebuah kalimat yang membuat sang umar tertegun, sadar, dan menagis pilu. Siapa yang menyembah muhammad sesunguhnya ia telah meninggal, dan siapa yang menyembah Allah maka sesungguhnya DIA maha hidup tidak akan pernah mati.

Adalah sebuah mimpi yang tidak akan pernah menjadi kenyataan untuk menghentikan aksi dakwah rosulullah walaupun beliau tidak bersama kita, generasi penerus perjuangan beliau selalu ada dan bertamabah. Sudah menjadi catatan sejarah dari generasi pertama manusia bahwa kebaikan tidak selalu di terima oleh semua orang, demikian halnya "ajakan untuk kembali kepada Al-Quran. Namun cahaya Allah swt tidak akan pernah padam (QS. Ash-Shaff : 8). imam syahid Hassan al-Banna merupakan salah seorang dari sekian juta-juta muhammad yang lahir, bermunculan setiap periode yang telah Allah atur. Semangat juang rasulullah, para sahabat, tabi'in, ulama dan para muslimin yang prihatin akan kondisi sekitar pasti terus akan hadir, dan seiring dengan itu, waktu akan membuktikan apa yang telah di sampaikan oleh yang maha mengatur, bahwa roda zaman itu berputar, ada waktunya kebathilan berada di atas, dan pastinya kebenaran akan muncul dan memiliki posisi sebagai mana mestinya.

"Saya meyakini : Sesungguhnya segala urusan bagi Allah. Nabi Muhammad SAW junjungan kita, penutup para Rasul yang diutus untuk seluruh umat manusia. Sesungguhnya hari pembalasan itu haq (akan datang). Al-Qur’an itu Kitabullah. Islam itu perundang-undangan yang lengkap untuk mengatur kehidupan dunia akhirat". Adalah salah satu di antara prinsip hidup As-Syahiid yang tertanam di dalam jiwanya dan akan terus subur di tubuh umat.

hikmah

الجماعات الاسلامية جماعة واحدة

اٍنّانحن امّة واحدة, ألسنا جماعة القران؟ألسنا جماعة محمّد صلي عليه الله؟ نحن في مناطق المختلفة, لكن الإتجاه واحد... هو الله يا أخي.

أترضي تعبد الله ربّنا, ونسيت حقوق أخيك؟ مع انّ الله آمر بأداءها؟!!!

hikmah

"jika sebuah bangunan itu roboh tanpa sebab, maka kesalahna yang sebenarnya bukanlah pada fisik bangunan. tapi jika seorang muslim melakukan aksi negatif, maka sesungguhnya islam itu suci abadi sesuai fitrahnya, dan kalau ada seorang dai' khilaf dalam dakwahnya maka yakinlah dakwah itu rantingnya islam"

Oleh abdurrahman yusak

Continue Reading...

Oleh Ustadz Yayat Hidayat, S.PdI.

Bahasa dalam perspektif apapun selalu memberikan pengaruh yang signifikan dalam kehidupan manusia (pola pembentukan cara pandang ideal). Dengan bahasa, manusia mulai menyadari pentingnya membangun sebuah komunikasi interaktif untuk membangun sebuah peradaban manusia. Dengan bahasa pula manusia mampu mendeteksi setiap perubahan (alami) yang ada dalam diri manusia dan Bangsa. Pernyataan serupa ini juga pernah dikatakan oleh Dr. G. Drewes, waktu dia memperbincangkan pengaruh kultur Barat atas bahasa Indonesia (The Influence of Western Civilisation etc). Dia mengatakan "Hanya dengan mengetahui salah satu bahasa Eropa, terutama bahasa Belanda, masyarakat Bumiputera dapat mencapai kemajuan dan kemerdekaan pemikiran.” Itulah sepenggal keputusan yang disimpulkan tentang pentingnya bahasa Belanda untuk mengubah pola pikir suatu bangsa.

Terlepas dari konteks kajian bahasa Belanda seperti yang dilontarkan oleh Dr. G. Drewes, kita sebagai umat Islam yang senantiasa bersinggungan dengan syari'at yang sudah baku, mau tidak mau kita harus melakukan sebuah kewajiban. Maka, tuntutan akan kemampuan untuk memahami bahasa Arab menjadi faktor yang paling dominan dan strategis. Mengapa demikian? karena ketika kita akan melakukan aktivitas ibadah, katakanlah sholat, maka secara otomatis ketika "Ibadah sholat ingin mencapai kualitas derajat khusyu', maka modal utama adalah mampu memahami apa yang dilafalkan oleh kita (dalam shalat red.). Semakin dalam kita memahami apa yang kita baca dan diucapkan, maka semakin tinggi pula derajat kekhusyu’an dalam melaksanakan ritual sholat.

Oleh karena itu, bahasa adalah salah satu change agent dan against yang mampu membawa perubahan seseorang memahami agamanya. Change agent disini adalah semakin besar kecintaan terhadap bahasa Arab maka perilaku ibadahnya akan semakin meninggi dan berubah kearah yang ideal. Sedangkan against adalah sebagai bahasa perlawanan dari ketidakberdayaan selama ini memahami ajaran Islam. Bahkan secara ektrimis ketika bahasa dikaitkan dengan konteks budaya, memahami “bahasa ibu” merupakan syarat tegaknya nilai budaya dalam suatu bangsa. Jadi jelas bagi kita bahwa bahasa tidak hanya bahasa ibu saja yang perlu kita miliki, tetapi bahasa asing (Arab) perlu ditumbuhkan, dikembangkan, disebarkan, digerakan dan berdiri secara dinamis sehingga konteks keberagamaan seseorang tidak bersifat taqlidi karena sudah mampu menggali khazanah ilmu Islam yang berasaskan sumber aslinya (bahasa Arab).

Tapi sangat disayangkan, kesadaran dan penghormatan terhadap bahasa Arab dari umat Islam sendiri begitu kurang. Umat Islam sendiri lebih enjoy belajar bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Belanda dan belajar bahasa asing lainnya, dan menghindar dari belajar bahasa Arab dengan alasan susah dan lain sebagainya. Hal ini tentunya tidak benar. Walaupun bukan berarti kita tidak boleh mempelajari Bahasa Asing yang disebut di atas, karena secara signifikan kita mengakui bahwa bahasa Asing yang disebutkan di atas merupakan jembatan penghubung dengan dunia luar.

Yang penting disini adalah bagaimana memaknai dan meneropong kembali sejarah lahirnya bahasa Arab di wilayah Indonesia. Bahasa yang mampu memberikan pencerahan bagi bangsa Indonesia. Secara jujur kita akui bahwa bahasa Arab ini telah mampu memberikan estimasi yang tinggi bagi kecerdasan bangsa Indonesia. Salah satu prasasti yang bisa kita saksikan adalah ketika kita masuk kekampung dan pedesaan kita akan mendapatkan beribu-ribu langgar dan pesantren yang mengajarkan bahasa Arab dan ilmu agama yang ketika zaman penjajahan, prasasti tersebut menjadi saksi sejarah kekuatan dan pondasi kemajuan Islam di Indonesia. Selain itu juga, disitu kita akan mendapat gambaran yang kongkrit tentang betapa besar jasanya bahasa Arab bagi pencerahan Bangsa Indonesia yang telah mengarahkan umatnya kepada kemajuan peradaban yang hakiki yaitu memahami agama dengan sempurna.

Sebagai penutup, penting untuk kita pahami disini bahwa, bahasa Arab bukanlah bahasa agama semata-mata, bukan satu dialek, bukan bahasa untuk salah satu Negara, akan tetapi ia sebagai satu bahasa dunia, satu bahasa kebudayaan, satu bahasa pemangku kecerdasan, kunci pembuka segala ilmu pengetahuan dan upaya inseminasi mengutarakan sesuatu paham atau pengertian, dari yang mudah hingga yang sulit, dari yang bersifat konkrit sampai kepada yang bersifat maknawi (abstrak) yang lebih kaya.

Bahasa Arab selain satu-satunya bahasa pengikat, bahasa persatuan bagi kaum muslimin, dan bahasa kebudayaan yang utama. Yang tidak mungkin bisa dibandingkan dengan bahasa yang pernah ada. Bahkan kalau melihat literatur sejarah bahwa bahasa Arab ini merupakan bahasa penyempurna untuk bahasa tulisan Yunani dan sansakerta (ilmu hisab dan hitung). Sehingga mereka mendapat kemajuan setelah mengambil sistem angka Arab sebagaimana yang kita pakai sekarang ini.

Bahasa Arab telah menjadi bahasa falsafah bagi filosof-filosof untuk mengemukakan bermacam-macam teori dan dalil-dalil hipotesa yang sulit dan rumit. Bahasa inilah yang telah masuk kedalam lingkunagn bangsa dan dunia anak Indonesia yang telah menimbulkan sumber kecerdasan yang bertebaran dikepulauan kita.

Untuk lebih jelasnya, kita berbeda dengan perkatan DR. Dewes bahwa bagi kita "Dalam mencapai kecerdasan dan kemerdekaan berpikir, bahasa Arab bagi Bangsa Indonesia merupakan satu alat estimasi pencerdasan dan pencerahan yang lebih dulu, lebih murah dan tidak kalah signifikannya dari bahasa asing yang disebutkan di atas (Inggris, Prancis, Jerman, dll. red.).

Dan kaum muslimin harus meyakini bahwa bahasa Arab itu satu-satunya bahasa pemersatu yang takkan mungkin dicarikan penggantinya, bahasa kunci pembuka dari khazanah keilmuan. Mengabaikan bahasa Arab berarti kita telah jatuh dalam lubang kesesatan dalam memahami agama Islam. Dan tampaknya keberhasilan dunia Barat yang sedang mendominasi dunia Islam dipelopori dengan semakin acuhnya umat Islam untuk memahami bahasa Arab sebagai bahasa peradaban. Kita juga meyakini bahwa dominasi dikotomi ilmu pengetahuan terhadap Islam sudah lama diserang oleh dunia Barat.

Continue Reading...

Assalamu'alaikum


Bagi warga Indonesia yang sedang bersilaturrahmai lewat situs ini, kami sangat mengharap saran dan sharing News, atau kirim tulisan anda lewat man_araby1984@yahoo.com untuk di muat, mudah-mudahan menjadi amal jariyah bagi kita.amin.For any one, you and him, beside you, good luck for all of you, take the the fanstic news, and the true face of ISLAM.See you Later.
 

Islamic Bengkel IslamiNews